Apakah bobobox bisa untuk pasangan belum menikah

AKURAT.CO, Perkembangan pariwisata ikut mempengaruhi tren penginapan, seperti munculnya hotel kapsul. Dalam hotel bergaya semacam ini, satu ruangan bisa diisi beberapa orang dengan sistem kamar mandi bersama. Dengan begitu, tarifnya dapat ditekan menjadi lebih hemat.

Namun, pengalaman tidak menyenangkan dialami salah satu pengguna Twitter dengan akun 'bukaniqbaalee'. Saat menginap di hotel kapsul Bobobox, ia mengaku telah mengalami pelecehan seksual dengan direkam saat sedang mandi. Lantas, seperti apa kronologinya?

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta penting kasus pelecehan seksual di hotel kapsul Bobobox.

baca juga:
  • Tips Memanfaatkan Konten Kreatif Media Sosial ala Baso Aci Akang dan Bobobox
  • Tiga Tips Liburan Menggunakan Campervan di Indonesia
  • Gaduh Kasus Pelecahan, Harga Franchise Bobobox Ternyata Segini!
1. Korban memilih penginapan di dekat kantornya
Twitter/bukaniqbaalee

Dalam utasnya di Twitter, korban mengungkapkan kalau dirinya memilih bermalam di Bobobox Tanah Abang karena dekat dengan kantor. Hotel kapsul itu pun dinilainya nyaman untuk mengerjakan urusan kantor secara daring. Ia lantas mereservasi kamar untuk 1 malam pada 11-12 Mei 2021 dan mendapat pod nomor 51.

2. Suasana mencurigakan saat sedang mandi
Twitter/bukaniqbaalee

Sekitar pukul 10.30, korban bersiap mandi di lantai yang sama dengan tempat tidurnya, tepatnya di lantai 5. Begitu masuk di bilik tengah atau kedua, ia lantas membuka bajunya dan menyalakan shower.

Selang beberapa menit kemudian, terdengar suara langkah kaki orang masuk. Awalnya, korban tak peduli karena hotel tersebut bersistem berbagi kamar mandi. Namun, ia merasa ada yang janggal. Langkah kaki orang itu seperti bolak-balik sekitar 4-5 kali. Sejak itulah, ia mulai sedikit panik.

3. Direkam diam-diam

Gue auto langsung bikin video ini buat jadi barang bukti pic.twitter.com/anTXLzUrY6

— JUSTELFAN (@bukaniqbaalee) May 12, 2021

Saat sedang mandi, korban mendengar suara pintu utama kamar mandi ditutup. Ia lantas menoleh ke atas untuk memeriksa celah di kanan dan kiri atas. Pelaku juga terdengar seperti mendorong pintu bilik kamar mandi yang sedang dipakai korban. Awalnya, ia mengira ada staf yang mengecek apakah bilik tersebut sedang dipakai.

Situasi pun makin janggal dengan suara gemerisik ke sana ke mari. Meski begitu, korban tetap melanjutkan aktivitas mandinya. Namun, ia tetap waspada dengan menengok ke segala arah. Saat menengok ke belakang, ia memergoki ada tangan yang memegang ponsel warna biru tua. Ponsel itu pun diayunkan ke kanan dan kiri untuk mengambil angle yang pas.

4. Kasus telah ditangani manajemen Bobobox
Twitter/bukaniqbaalee

Tak tinggal diam, korban langsung melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya kepada staf hotel saat itu juga. Namun, ia terkendala beberapa hal, termasuk untuk melihat rekaman CCTV. Laporannya pun ditolak oleh Polres Metro Jakarta Pusat dengan alasan belum ada pasal untuk menjerat pelaku.

Namun, dengan viralnya kasus ini di media sosial, CEO Bobobox Indra Gunawan langsung menghubunginya. Ia berjanji akan membantu korban mempidanakan pelaku dengan dasar kasus perekaman tanpa izin dan pelecehan serta merusak citra nama baik perusahaan Bobobox.

5. Pelaku adalah sesama tamu hotel
Twitter/bukaniqbaalee

Dalam pembaruan utasnya, pelaku ternyata adalah sesama tamu hotel. Manajemen Bobobox juga sudah mengantongi identitasnya. Pasalnya, setiap tamu yang menginap di Bobobox untuk pertama kali harus mengunggah pindaian KTP agar data mudah dicari jika terjadi hal yang tak diinginkan.

Korban juga menuntut perbaikan tata letak toilet lelaki dan perempuan yang lebih ketat dan aman. Ia juga meminta pelaku dimasukkan daftar hitam di seluruh cabang Bobobox serta Asosiasi Perhotelan di Indonesia. Ia pun mengingatkan agar manajemen bertindak lebih responsif jika lain waktu terjadi kasus pelecehan seksual di lingkup properti Bobobox.

Mirisnya, ada saja warganet yang justru memojokkan korban pelecehan seksual tersebut dengan menuduhnya sebagai pecinta sesama jenis. Ia lantas menegaskan kalau dirinya berorientasi ke lawan jenis. Artinya, pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja, tak memandang lelaki atau perempuan dan apapun orientasi seksualnya. Sudah sepantasnya pelaku dihukum seberat-beratnya, alih-alih menyalahkan korban.[]

Pengalaman Menginap di Bobobox Pods Kota Tua, Aman dan Nyaman Kah? – Gila! Nggak kebayang happy-nya tahun ini bisa nonton Java Jazz Festival di JIExpo Kemayoran lagi. Dan memang udah jadi jodoh saya tahun ini menang giveaway tiket Day 2.

Kalau dipikir-pikir, beberapa tahun terakhir ini bisa nonton JJF cuma 1 kali aja yang bayar. Sisanya ada yang untuk liputan atau menang giveaway seperti tahun ini. How lucky I am!

Karena tahu acara festival musik ini bakalan berlangsung hingga tengah malam, saya memutuskan untuk menginap 1 malam di Jakarta. Tahun 2020, saya dan teman menginap di Stay Inn Hostel yang lokasinya deket banget sama Halte Busway Harmoni.

Kali ini, saya cobain Bobobox Pods Kota Tua. Sebenarnya, saya udah booked salah satu hostel di daerah yang berdekatan. Harganya lebih murah, lokasinya sedikit lebih dekat, fasilitasnya lebih banyak, dan hostelnya pun lebih luas. Namun, pas lihat foto-foto kamarnya, bed-nya hanya ditutup tirai dan saya masih belum yakin sama keamanannya.

Saya sempat ngelewtain hostel ini saat perjalanan menuju Bobobox Pods Kota Tua. Dari luar, tampak banyak motor parkir di sana. Saya rasa mungkin ada pengunjung Kota Tua juga. Tampak luar bangunannya entah kenapa juga nggak sebagus seperti yang terpampang di online travel agent. Plus, COVID-19 masih ada. Masih agak parno tidur ramai-ramai di 1 kamar bareng tamu lainnya.

Di sisi lain, pertimbangan saya memilih Bobobox Pods Kota Tua pun selain karena ulasannya yang bagus, harganya masih terjangkau untuk 1 orang dan karena memang penasaran aja pengin cobain hotel kapsul yang sudah terkenal di mana-mana ini.

Lantas, bagaimana pengalaman menginap satu malam di sini?

Pengalaman Menginap di Bobobox Pods Kota Tua

Awalnya, saya pesan 1 pod lewat website Bobobox, tapi karena akses ke kamar dilakukan via aplikasi, ya udah install dulu aja, deh, biar sekalian. Sebagai pengguna baru, lumayan banget dapat 15.000 points yang bisa di-redeem dan dijadiin diskon. Harga menginap satu malam kurang lebih Rp100 ribuan aja.

Begitu sampai, saya langsung check in di resepsionis atau via aplikasi untuk tahu dapat pods nomor berapa. Setelah check in, di aplikasi akan ada barcode yang berfungsi untuk membuka pintu masuk menuju area pods, juga untuk membuka pintu kamar.

Namun sebelum itu, saya perlu mengganti alas kaki saya dengan sandal Bobobox yang tersimpan di loker. Kuncinya bisa diambil sendiri di kotak steril dekat pintu masuk area pods.

Karena baru pertama kali menginap di Bobobox, stafnya baik, deh, mau menjelaskan peraturan di sana. Misalnya, soal akses pintu masuk ke Bobobox Pods Kota Tua (nanti akan saya jelaskan belakangan, ya), nggak boleh makan di dalam pods karena sudah disediakan area tersendiri, disediakan water station untuk isi ulang minum, dan sebagainya.

So smooth! Nggak sabar pengin lihat kamarnya.


Kamar minimalis dengan fasilitas yang bikin praktis

Saya pun langsung menuju pod saya yang bernomor 3. Ternyata letaknya deket banget sama pintu masuk! Hihi. Saya, sih, seneng-seneng aja. Jadi ngerasa lebih secure malah.

Saya langsung scan barcode di pintu pods dan langsung masuk ke dalam. Meski pintu masuknya agak sempit (apalagi kalau bawa banyak barang), area tempat tidurnya cukup lengang dan nggak ada kesan sempit sama sekali, lho. 👍

Di Bobobox sendiri ada 2 tipe kamar, yakni Earth dan Sky. Bedanya, kamar tipe Earth tempat tidurnya di bawah, sementara yang Sky ada di atas jadi perlu naik rak menuju tempat tidur. Saya pesan Sky Single. Eh iya, ada tipe tempat tidur yang Double untuk berdua juga.

Kamarnya minimalis, bersih, dan cepat dingin. Suhu ruangan bisa diatur dari katup AC di langit-langit kamar. Tinggal diputar ke arah kiri atau kanan aja.

Di dalam kamar tersedia cermin, handuk, dan tempat sampah. Kalau lupa bawa sikat gigi, bisa minta gratis di resepsionis, ya. Jangan lupa ambil paper glass juga untuk minum. Siapa tahu nggak bawa tumbler sendiri.

Tempat tidurnya pun bersih, kasurnya cukup nyaman, dan di dalam pods tersedia tirai untuk menutup jendela. Yang menarik nih, di dalam pods juga tersedia B-Pad yang sudah tersambung ke Wi-Fi. Ini dia salah satu fasilitas Bobobox yang bisa tambah poin plus!

Dengan B-Pad ini, saya bisa mengatur warna lampu kamar sesuai mood, misalnya putih, biru, hijau, oranye, dan sebagainya. Untuk setting warna lampu juga bisa dilakukan langsung melalui aplikasi Bobobox.

Kemudian, dengan B-Pad ini pun tamu yang menginap juga dapat mengatur intensitas cahaya kamar sehingga lampur bisa lebih terang atau mau diredupkan sekalian, menyambungkan bluetooth ke HP untuk mendengarkan lagu, mengatur volume audio (ada quiet hours pukul 21.00-07.00), dan yang menarik tuh ada fitur Sleep meditation. Saya bisa mendengarkan suara alam seperti sungai atau hutan untuk membantu tidur.

Saya sempet cobain sebentar dengan volume audio paling minim. Sayang, pods-nya nggak kedap suara. Mau putar lagu jadi ragu. Takut ganggu. 😂

Omong-omong, karena saya menginap di sini saat akhir pekan dan tentu aja Kawasan Kota Tua tuh rame banget, suara dari luas bisa terdengar ke dalam. Biasanya suka ada yang nyanyi di Kota Tua dan ya, itu kedengeran sampai kamar.

Apalagi lokasi kapsul saya benar-benar dekat pintu masuk area pods. Kalau banyak yang lalu lalang pasti kedengaran juga. Belum lagi kalau pas lagi sepi, suara kecil pun juga bisa terdengar, lho.

Psst … bahkan, saya bisa curi dengar tamu lain (yang sepertinya tidur di bawah pod saya) sedang telponan. 😅 Duh, andai pods Bobobox ini lebih kedap suara, mungkin privasi dan kenyamanan bisa lebih terjaga.

Kamar mandi & toilet

Kamar mandi berada di area tengah. Sebelum masuk, semua tamu wajib lepas sandal dan letakkan di rak yang telah disediakan. Kamar mandi di sini dipisah antara cewek dan cowok, jadi super aman dan nyaman!

Di dalam kamar mandi juga ada toilet yang biliknya dipisah. Toilet di sebelah kiri dan shower room di sebelah kanan. Tenang aja, akan ada tempat untuk meletakkan HP karena HP ini akan digunakan untuk membuka pintu kamar nantinya, kan.

Di dalam kamar mandi sudah tersedia sabun dan shampo, jadi kalau nggak bawa dari rumah  juga nggak apa-apa. Tisu tersedia, air hangat juga ada.

Eh iya, di dalam kamar mandi juga disediakan hair dryer, lho! Bisa dipakai bergantian dengan tamu lain karena hanya disediakan satu di dekat wastafel.

Saya perhatikan, tempat sampah juga ada di setiap bilik dan di dekat pintu keluar kamar mandi. Setiap tamu juga sebisa mungkin menjaga kebersihan di sana karena fasilitas ini dipakai bersama. So far, nggak ada masalah gimana-gimana. Beneran ngerasa oke banget, deh, menginap di Bobobox Pods Kota Tua ini.


Check out via aplikasi

Tibalah juga hari Minggu. Asli, rasanya pengin leyeh-leyeh, deh. Semalam sampai di hostel sekitar pukul setengah 1 malam. Saya masuk ke area Bobobox lewat pintu belakang karena pintu depan sudah pasti ditutup. Agak ngeri-ngeri, sih. Mana itu di kawasan Kota Tua dan baru pertama kali menginap di sana juga, kan. Tapi, untungnya lampu di sini cukup terang.

Sempat kaget sedikit karena pas naik tangga belakang hostel, eh ada mas-mas duduk sambil ngerokok. Saya sapa aja, “Permisi ya, Mas.” Lalu berlalu dengan cepat. Saya langsung menuju resepsionis untuk mengganti alas kaki. Ternyata stafnya sudah beda dari yang tadi siang. “Malem, Mas,” sapa saya lagi.

Heran, deh. Tumbenan banget hari itu saya nggak ada parno-parnonya. Mandi pukul 1 pagi pede-pede aja. Saya percaya Tuhan berkati saya selalu, kapan pun dan di mana pun saya berada. Jadi, nggak ada alasan untuk takut, kan? Hehe.

Tumbenan juga, nih, tidur saya lumayan nyenyak malam itu. Kalau nggak salah cuma tidur 5 jam, deh. Kayaknya, rasa senang bisa noton festival musik benar-benar bikin tidur lebih pulas.

Jelang pukul 12 siang, saya langsung check out via aplikasi dan mengambil alas kaki di loker. Untuk sandal yang habis digunakan dapat diletakkan kembali di dalam loker, tetapi kuncinya dikembalikan ke resepsionis. Mungkin sandalnya mau diganti yang baru? Btw, staf yang pagi beda lagi.

Wah, pada intinya, menginap satu malam di Bobobox Pods Kota Tua tuh ternyata asik dan menyenangkan, deh. Stafnya stand by 24 jam, tamu yang menginap sama-sama menaati peraturan, menjaga kebersihan, dan pastinya nggak berisik.

Mungkin kalau lagi main ke kota lain, pengin coba menginap di Bobobox lagi, ah. Pengin banget ke Bobobox Cabin di Lembang kapan-kapan. Semoga kesampaian.


Lokasi Bobobox Pods Kota Tua

Lokasi Bobobox Pods Kota berada di dalam Gedung Galeri Melaka (satu gedung dengan Pos Indonesia) di kawasan Kota Tua, di seberang Museum Fatahillah persis. Bisa dibilang, ada 3 pintu masuk-keluar yang bisa diakses oleh seluruh tamu yang menginap.

Pagi-sore

1. Kalau cari di Google, titik masuknya akan diarahkan dari pintu samping parkiran, tembus di Pos Indonesia, lalu masuk ke kawasan Kota Tua.

2. Kalau mau masuk langsung dari pintu Kawasan Kota Tua juga bisa. Cari aja gedung putih bertuliskan Bobobox seperti pada gambar di atas.

Sore-pagi

3. Tamu yang menginap bisa lewat pintu belakang karena kawasan Kota Tua sudah ditutup. Masuknya tetap lewat pintu parkiran Pos Indonesia, tapi kali ini nggak masuk kawasan Kota Tua. Saya diarahkan untuk naik tangga belakang, lalu nanti pilih pintu putih untuk masuk Bobobox Pods Kota Tua.

Agak PR memang, tapi aman banget, kok. Parkirannya terang. Ada satpam yang jagain dan ngarahin juga. Tinggal tunjukkan bukti booking-an Bobobox aja dan nanti ia akan memberi tahu harus lewat mana.

Sebagai perempuan, saya ngerasa aman dan nyaman menginap di sini. Mungkin bisa jadi rekomendasi buat yang lagi cari hostel murah di Jakarta Pusat.

Apakah boleh bawa pasangan ke Bobobox?

Meski terbilang hotel kapsul, kamu bisa tidur berdua di dalam pod Bobobox karena ruangan yang cukup luas dan tidak akan membuat kamu merasa kesempitan.

Apakah pasangan belum menikah bisa menginap di hotel?

Jawabannya, boleh saja asal hotel tidak melarang. Akan tetapi dengan adanya RKUHP dan pasal yang mengatur hal tersebut, pasangan yang menginap di hotel dan tidak bisa menunjukkan bukti telah menikah bisa dijebloskan penjara dan harus bayar denda.

Bobobox minimal umur berapa?

Ketersediaan tempat tidur tambahan tergantung kamar yang Anda pilih. Silakan cek kapasitas kamar untuk informasi lebih lanjut. Usia minimum tamu: 4 tahun. Menginap gratis jika menggunakan tempat tidur yang tersedia.

Apakah Bobobox memakai KTP?

Untuk bisa check-in, data kamu di dalam aplikasi harus sudah diverifikasi terlebih dahulu. Verifikasinya adalah dengan mengunggah foto KTP ke dalam aplikasi. Jika sudah, petugas di resepsionis akan menjelaskan hal-hal penting selama kamu menginap di Bobobox.