Gotong royong merupakan ciri khas dan budaya masyarakat Indonesia yang harus terus dilestarikan apa?

Marsialapari, Tradisi Gotong Royong yang Mengakar Kuat di Masyarakat Mandailing. cirebonradio.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Istilah gotong royong pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Gotong royong dimaknai sebagai suatu kegiatan yang dilakukan bersama-sama dan bersifat suka rela. Dengan gotong royong diharapkan kegiatan yang dikerjakan bisa berjalan lancar, mudah dan semakin ringan.

Gotong royong berasal dari kata gotong yang berarti “bekerja”, dan royong yang berarti “bersama“. Gotong royong juga sudah menjadi menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia. Perilaku ini seakan menunjukkan kepribadian bangsa dan menjadi budaya yang telah tertanam dalam masyarakat.

Sampai saat ini, gotong royong masih melekat dalam diri masyarakat. Ini terlihat dari aktivitas kerja bakti atau membersihkan lingkungan dan ketika melakukan pembangunan fasilitas umum. Gotong royong bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tapi sekaligus juga untuk mempererat hubungan masyarakat.

Gotong royong memiliki manfaat dan tujuan yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Penjelasan tentang gotong royong, manfaat gotong royong dan tujuannya ini telah kami rangkum berikut ini.

2 dari 4 halaman

Shutterctock©2020 Merdeka.com

Sebelum mengetahui manfaat gotong royong, kita juga harus tahu apa itu gotong royong. Menurut situs Kamus Besar Bahasa Indonesia, kbbi.web.id, pengertian gotong royong adalah bekerja bersama-sama.

Sedangkan menurut seorang ahli, Koentjaraningrat, gotong royong adalah kerja sama tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sama dengan mencintai dirinya sendiri.

Sakjoyo dan Pujiwati Sakjoyo mengemukakan bahwa gotong royong merupakan adat istiadat tolong menolong antara warga dalam berbagai macam lapangan aktivitas sosial, baik berdasarkan hubungan tetangga kekerabatan yang berdasarkan efisien yang sifatnya praktis dan ada pula aktivitas kerja sama yang lain.

3 dari 4 halaman

Tujuan Gotong Royong

Melansir dari situs gurupendidikan.co.id, tujuan dari gotong royong antara lain untuk mengajak masyarakat agar selalu bekerja bersama-sama dan lebih meningkatkan kebersamaan. Karena kita manusia sebagai makhluk sosial juga tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Bergotong royong membuat masyarakat menjadi lebih kompak dan juga bisa lebih mengenal satu sama lain. Dengan bergotong royong kita bisa saling tolong menolong misalkan saat kita ingin mendirikan rumah, mengerjakan sawah, membantu tetangga yang sedang berduka, hingga saling bahu membahu untuk memperjuangkan negaranya.

Dengan bergotong royong semua tugas yang kita lakukan akan terasa menjadi ringan. Tujuan lain dari gotong royong yaitu:

• Membuat setiap pekerjaan menjadi lebih ringan.• Mempererat rasa persatuan dan kesatuan.• Menghemat pengeluaran.• Dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.

• Untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama, karena dengan gotong royong, bisa berkumpul dengan tetangga.

Manfaat Gotong Royong

Manfaat gotong royong adalah:

1. Manfaat gotong royong yang pertama agar lingkungan masyarakat dapat menjadi bersih dan terjaga2. Manfaat gotong royong yang kedua tentu untuk menjalin rasa solidaritas dalam lingkungan masyarakat3. Kehidupan bermasyarakat akan lebih baik dengan adanya gotong royong4. Pekerjaan selesai dengan cepat tanpa harus mengeluarkan biaya, dan jika berupa pembangunan fisik gedung akan sangat menghemat anggaran. Biaya untuk tenaga kerja berkurang dengan adanya gotong royong.5. Persaudaraan dan kebersamaan sesama warga semakin erat dan masyarakat tentunya saling mengenal satu sama lainnya.6. Keamanan lingkungan semakin terjamin, dengan rasa persaudaraan dan kebersamaan serta saling kenal di antara warga akan memudahkan jika ada pendatang baru ataupun tamu asing yang mencurigakan.7. Ketentraman dan kedamaian akan diperoleh jika antar sesama warga saling peduli dan saling membantu dengan warga lainnya.

8. Gotong royong tidak mengenal perbedaan, sehingga ketika di laksanakan semua akan terasa sama.

4 dari 4 halaman

Kebersamaan
Perilaku gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. Dengan gotong royong, masyarakat mau bekerja secara bersama-sama untuk membantu orang lain atau untuk membangun fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan bersama.

Persatuan
Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan gotong royong sekaligus melahirkan persatuan antar anggota masyarakat. Dengan persatuan yang ada, masyarakat menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi permasalahan yang muncul.

Rela berkorban
Gotong royong mengajari setiap orang untuk rela berkorban. Pengorbanan tersebut dapat berbentuk apapun dan tidak hanya tenaga. Bisa dari berkorban waktu, pemikiran, hingga uang. Semua pengorbanan tersebut dilakukan demi kepentingan bersama. Masyarakat rela mengesampingkan kebutuhan pribadinya untuk memenuhi kebutuhan bersama.

Tolong menolong
Dengan gotong royong membuat masyarakat saling bahu-membahu untuk menolong satu sama lain. Sekecil apapun kontribusi seseorang dalam gotong royong, selalu dapat memberikan pengaruh dan manfaat untuk orang lain.

Sosialisasi
Gotong royong dapat membuat manusia kembali sadar jika dirinya adalah makhluk sosial. Gotong royong membuat masyarakat saling mengenal satu sama lain sehingga proses sosialisasi dapat terus terjaga keberlangsungannya.

[ank]

Untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan,

maka dicanangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 dan Hari Kesatuan Gerak (Kesga) PKK ke-46.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim penggerak PKK kabupaten Rembang – Hasiroh Hafidz, saat pencanangan BBGRM dan Hari Kesga PKK, di halaman Madrasah Miftahul Ulum, Desa Babadan, Kecamatan Kaliori, hari sabtu (28/4).

Hasiroh Hafidz mengatakan digelarnya BBGRM dan hari Kesga PKK penting untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Dan yang tak kalah penting meningkatkan peran aktif masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.

“Digelarnya BBGRM dan hari Kesga PKK penting untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Dan yang tak kalah penting meningkatkan peran aktif masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggungjawab masyarakat atas hasil-hasil pembangunan, memasyarakatkan gerakan PKK yang dikelola dengan prinsip dari, oleh dan untuk rakyat,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam BBBGRM diantaranya melakukan gebrak gotong royong / kerja bakti partisipasi masyarakat dengan sasaran pengecatan tempat ibadah, pembersihan saluran air (gorong-gorong), pameran produk unggulan dari desa terkait, lomba temu kader dan HKG, pengobatan gratis dan donor darah.

Sementara itu Bupati Rembang – Abdul Hafidz merasa bangga atas hasil gotong royong yang dicapai oleh masyarakat. Terlebih kedatangannya bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto disambut budaya lokal berupa barongan dan tong-tong klek.

“Luar biasa kekompakan yang diperlihatkan warga Babadan. Dan baru ini acara pencanganan bulan bhakti gotong royong dan kesga PKK disambut dengan budaya lokal, karena pembangunan harus diletakkan pada budaya yang ada,sehingga kuat,” tuturnya.

Dipilihnya pencanangan BBGRM dan Hari Kesga PKK kabupaten ditempatkan di desa Babadan karena budaya gotong royong di desa bersangkutan masih terpelihara dengan baik. Hal itu terbukti lokasi kegiatan yang semula tidak rata berkat gotong royong masyarakat akhirnya tanah yang ada bisa diuruk sehingga rata.)

Ilustrasi ciri khas bangsa Indonesia. Foto: Unsplash

Indonesia dengan keragaman budayanya memiliki ciri khas yang membentuk jati diri bangsa. Tidak hanya budaya yang berkaitan dengan seni dan keindahan, tetapi juga perilaku yang mencerminkan karakter masyarakatnya di mata dunia.

Jumlah penduduk Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke memiliki budaya daerah yang berbeda-beda. Hal ini justru menjadikan masyarakatnya satu kesatuan dalam wilayah NKRI. Perbedaan tersebut tidak pula meruntuhkan rasa nasionalisme dan dijunjung tinggi sebagai hal yang harus dihargai.

Identitas bangsa Indonesia tercermin dalam segala aspek perilaku masyarakat. Di antaranya budaya gotong royong di tengah perbedaan serta keramahtamahan di tengah keramaian.

Gotong Royong Masyarakat Indonesia

Gotong royong merupakan istilah asli Indonesia yang memiliki arti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam masa penjajahan, gotong royong menjadi modal masyarakat Indonesia mencapai kemerdekaan.

Ilustrasi ciri khas bangsa Indonesia. Foto: Unsplash

Budaya gotong royong telah tumbuh dan berkembang menjadi moral dan ciri khas bangsa yang diturunkan dari generasi ke generasi. Di antara keberagaman Indonesia, gotong royong hadir untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan.

Gotong royong terjadi baik dalam lingkungan luas sampai lingkungan terkecil sekalipun. Oleh karenanya budaya ini telah melekat dan menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang patut dilestarikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Budaya Ramah Tamah Masyarakat Indonesia

Menurut survey Expat Insider tahun 2019, Indonesia menempati posisi ke-8 dari 46 negara dalam tingkatan negara paling ramah. Penghargaan tersebut bukan hanya sekedar angka melainkan sebuah fakta.

Banyak turis mancanegara memberikan pendapatnya tentang ramahnya orang Indonesia. Keramahan tersebut akhirnya menjadi identitas bangsa di mata dunia. Ciri khas ini perlu disadari oleh segenap bangsa mengingat Indonesia telah mengajarkan nilai ramah, sopan, dan santun dalam diri masyarakatnya.

Nilai baik yang melekat harus dilestarikan dan terus dipertahankan untuk meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia di mancanegara.