Perilaku yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi di lingkungan bangsa dan negara

a.dalam keluarga:

 1) Membiasakan diri untuk menempatkan anggota keluarga sesuai dengan kedudukannya. 2) Membiasakan mengatasi dan memecahkan masalah dengan jalan musyawarah mufakat. 3) Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga. 4) Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

5) Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama.


b. dalam lingkungan sekolah

1.Berusaha selalu berkomunikasi individual. 2) Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS, ketua kelas, maupun kegiatan yang lain yang relevan. 3) Berani mengajukan petisi (saran/usul). 4) Berani menulis artikel, pendapat, opini di majalah dinding.

5) Selalu mengikuti jenis pertemuan yang diselenggarakan OSIS.

c.dalam lingkungan masyarakat

1) Bersama-sama menjaga kedamaian masyarakat. 2) Berusaha mengatasi masalah yang timbul dengan pemikiran yang jernih. 3) Mengikuti kegiatan rembug desa. 4) Mengikuti kegiatan kerja bakti.

5) Bersama-sama memberikan ususlan demi kemajuan masyarakat. 

d.dalam lingkungan bangsa dan negara 1.Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas; 2.Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya; 3.Memiliki kejujuran dan integritas; 4.Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik;

5.Menghargai hak-hak kaum minoritas;


Page 2

tirto.id - Sebuah negara yang demokratis cenderung memiliki rakyat yang lebih dinamis. Sebab, kehidupan dalam negara demokratis cukup menjunjung sisi persamaan di mata hukum. Setiap orang memiliki keadilan yang sama dengan lainnya.

Dilansir dari Jurnal Tapis Volume 12 Nomor 1 (2016), negara demokrasi merupakan negara yang menganut mekanisme sistem pemerintahan dengan mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara agar dijalankan oleh pemerintah negara itu.

Pada negara demokrasi, rakyat dilibatkan dalam kehidupan bernegara. Pemerintah atau wakil adalah kepanjangan tangan dari rakyat, yang telah mengamanahkannya kekuasaan agar dipergunakan demi kebaikan bersama.

Partisipasi rakyat dalam urusan negara ini dapat terlihat ketika diadakannya pemilihan umum untuk memilih presiden atau wakil rakyat.

Rakyat juga memiliki kebebasan di alam demokrasi. Mereka boleh menyuarakan apa pun yang ada di benak pikirannya ke publik. Namun, kebebasan berpendapat tetap harus dilandasi tanggung jawab dan bukan kebebasan yang liar.

Dalam buku PPKn Kelas XI (Kemdikbud 2017) disebutkan, kebebasan pada negara demokrasi meliputi empat hal yaitu kebebasan beragama, kebebasan pers, kebebasan mengeluarkan pendapat, dan kebebasan berkumpul.

Keempatnya ini menjadi bagian dari hak asasi manusia yang harus dilindungi dan dijamin negara. Namun, catatannya yaitu semua kebebasn tetap harus memperhatikan norma-norma yang berlaku di sebuah negara.

Misalnya, orang boleh menyuarakan pendapatnya di media sosial. Namun, jika pendapat tersebut ternyata adalah kabar bohong (hoax) yang merugikan, maka bukan berarti harus dilindungi tindakan tersebut. Sebaliknya, penyuaraan kabar bohong dapat ditindak dengan norma hukum yang berlaku.

Negara demokrasi juga menjadi jembatan terwujudnya distribusi pendapatan yang adi. Hal ini terlihat dari program-program pemerintaha untuk membantu fakir miskin.

Di samping itu, pemerintah juga mengusahakan terciptanya lapangan kerja sehingga diharapkan distribusi pendapatan terwujud secara adil

Perilaku yang mendukung demokrasi

Semua kebaikan dalam kehidupan demokrasi tidak akan terwujud tanpa peran serta rakyat dalam menjalankan perilaku yang sesuai nilai-niai demokrasi.

Kehidupan demokrasi yang menghindari adanya kekuasaan absolt, perlu ditunjang dengan menjalankan berbagai hal demokratis. Contohnya sebagai berikut:

- membiasakan diri berbuat sesuai aturan main atau hukum yang berlaku

- membiasakan bertindak demokratis dalam berbagai hal

- membiasakan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah

- membiasakan untuk mengadakan perubahan secara damai tanpa kekerasan

- membiasakan memilih pemimpin menggunakan cara-cara yang demokratis

- Memakai akal sehat dan hati nurani saat musyawarah

- Selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah pada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, bangsa, dan negara bahkan diri sendiri

- Melaksanakan kewajiban terlebih dahulu, baru menuntut hak

- Menggunakan kebebasan dengan rasa tanggung jawab

- Menghormati hak orang lain saat menyampaikan pendapat

- Membiasakan memberikan kritik yang bersifat membangun

Baca juga:

  • Mengenal Perilaku Setia Kawan, Kerja Keras & Penyayang dalam Islam
  • Cara Membiasakan Perilaku Terpuji: Percaya Diri, Tekun, dan Hemat

Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - ica/adr)


Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Kontributor: Ilham Choirul Anwar

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Lihat Foto

KOMPAS.com / Mei Leandha

Tim pembebasan tanah mensosialisasikan dan bermusyawarah tentang pembebasan lahan untuk jalan Tol Medan-Binjai, Selasa (1/8/2017)

KOMPAS.com - Kehidupan demokratis penting dikembangkan dalam berbagai kehidupan. Untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, demokrasi tidak mungkin terwujud, jika tidak didukung oleh masyarakatnya.

Pada dasarnya timbulnya budaya demokrasi disebabkan karena kesadaran rakyat itu sendiri.

Yaitu tidak senang adanya tindakan yang sewenang-wenang yang dilakukan pihak penguasa maupun dari rakyat sendiri.

Oleh karena itu, kehidupan yang demokratis hanya mungkin dapat terwujud ketika rakyat menginginkan terwujudnya kehidupan demokratis.

Bagaimana cara untuk dapat menjalankan kehidupan yang demokratis?

Baca juga: Karakter Utama Demokrasi Pancasila

Perilaku Mendukung Tegaknya Nilai-nilai Demokratis

Untuk menjalankan kehidupan demokratis, setiap warga negara bisa memulai dengan cara menampilkan beberapa prinsip.

Berikut ini beberapa perilaku yang mendukung tegaknya nilai-nilai demokratis dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Membiasakan diri untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku.
  2. Membiasakan diri bertindak demokratis dalam segala hal.
  3. Membiasakan diri menyelesaikan persoalan dengan musyawarah.
  4. Membiasakan diri mengadakan perubahan secara damai tidak dengan kekerasan.
  5. Membiasakan diri untuk memilih pemimpin-pemimpin melalui cara-cara demokratis.
  6. Selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah.
  7. Selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah baik kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, bangsa dan negara bahkan secara pribadi.
  8. Menuntut hak setelah melaksanakan kewajiban.
  9. Menggunakan kebebasan dengan rasa tanggung jawab.
  10. Mau menghormati hak orang lain dalam menyampaikan pendapat.
  11. Membiasakan diri memberikan kritik yang bersifat membangun.

Baca juga: Sistem Demokrasi di Indonesia

Kewajiban generasi penerus bangsa