Suhu badan anak panas saat bangun tidur

Membesarkan anak balita tidaklah mudah seperti kelihatannya. Mudah sekali bagi Mama dan Papa dibuat panik karena perubahan yang terjadi pada tubuh si Kecil, seperti ketika panas tubuh anak mama meningkat.

Panas atau demam sendiri bukanlah penyakit berbahaya. Kondisi ini merupakan hal yang umum terjadi pada anak balita. Demam sendiri sebenarnya merupakan respons imun tubuh ketika ada virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh si Kecil.

Demam terjadi ketika tubuh anak balita mencapai suhu 37,2°C lebih, apalagi mencapai 38°C. Temperatur ini dapat berubah-ubah dari pagi hingga malam hari. Suhu tubuh umumnya lebih rendah ketika bangun tidur dan tinggi di siang dan malam hari.

Secara spesifik, ada beberapa penyebab utama demam, seperti infeksi akibat virus dan bakteri, mengenakan pakaian yang tebal, aktivitas imun tubuh setelah imunisasi, dan tumbuh gigi. 

Tetap tenang dan tidak perlu panik. Berikut ini Popmama.com akan membantumu memberikan rekomendasi 7 cara menurunkan panas pada balita.

1. Berikan anak obat yang sesuai

Pexels/Karolina Grabowska

Salah satu cara efektif menurunkan panas ialah dengan mengonsumsi obat-obatan. Umumnya, Mama dapat memberikan si Kecil obat penurun panas seperti paracetamol sebagai pertolongan pertama.

Namun, tetap perhatikan pilihan obat yang sesuai bagi si Kecil. Ada baiknya, Mama hanya memberikan obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter. Agar obat yang diberikan tidak sembarangan dan aman bagi anak balita mama.

2. Banyak minum air putih

Freepik/Bearfotos

Salah satu efek samping dari demam ialah dehidrasi, berbahaya sekali ya. Untuk mencegah dehidrasi, Mama sebaiknya memberikan si Kecil banyak minum air, khususnya air hangat.

Air putih membantu tubuh terhindar dari dehidrasi dan menjadi cara bagi tubuh mendinginkan dirinya sendiri.

memberikan anak kira-kira air sebanyak 8 sampai 12 gelas saat demam membantu membuang racun dan zat sisa di dalam tubuh. Termasuk melancarkan peredaran darah dan mempercepat proses penyembuhan.

3. Ganti pakaian anak dengan bahan yang tipis

Freepik

Sebelumnya, kita pernah membahas jika salah satu penyebab demam ialah pakaian anak yang terlalu tebal. Pakaian tebal membuat tubuh menyimpan panas, akibatnya suhu tubuh ikut meningkat.

Untuk mengatasi ini, Mama dapat mengganti pakaian si Kecil, dengan pilihan baju yang lebih tipis untuk menjaga mereka tetap nyaman dan dingin. Ini juga membantu anak mengurangi panas lebih cepat melalui kulitnya.

Anak-anak balita belum dapat meregulasi temperatur dengan baik, sehingga pakaian yang tebal dapat menyebabkan suhu tubuh anak meningkat lebih mudah.

  • 5 Rekomendasi Playground di Jakarta yang Seru dan Edukatif
  • Kenali Manfaat dan Kandungan DHA pada Susu Anak 2 Tahun
  • 5 Tanda Anak Takut Buang Air Besar, Mama Harus Lebih Waspada!

4. Biarkan anak beristirahat

Freepik

Salah satu cara terbaik menurunkan panas anak balita ialaah dengan membiarkannya beristirahat, berbaring, atau bahkan tidur.

Ketika tidur, sistem imun tubuh anak akan berkerja lebih baik. Membantunya mengatasi infeksi di dalam tubuh yang menjadi penyebab panas.

Ada baiknya Mama membatasi jam bermain si Kecil ketika ia sakit. Meskipun mereka ingin sekali menghabiskan waktu melakukan hal yang menyenangkan ketika sakit, tetapi tidak sebaiknya anak-anak melupakan waktu istirahat.

5. Berikan kompres

today.com

Kompres dipercaya sebaga salah satu cara menurunkan panas tubuh yang baik. Mama dapat mengompress bagian dahi anak dengan lap basah ketika mereka tidur.

Jika panas si kecil lumayan tinggi, Mama dapat mengompres anak di bagian lain selain dahi, seperti pada leher, ketiak, atau pangkal paha. Pastikan Mama mengompres anak menggunakan air hangat atau air biasa.

6. Lap atau mandikan dengan air hangat

norhioplumbing.com

Selain kompres, Mama juga dapat menggunakan lap atau memandikan si Kecil dengan air hangat.

Main air hangat dapat menurunkan suhu tubuh anak balita, Termasuk melancarkan pernapasan dan membantu tubuhnya lebih rileks.

Hindari memandikan si Kecil menggunakan air dingin, karena ini dapat membuat suhu tubuhnya lebih panas.

7. Jaga suhu kamar tetap sejuk

Freepik/lifeforstock

Suhu ruangan pun ternyata berpengaruh terhadap panas tubuh si Kecil. Usahakan untuk selalu menjaga suhu ruang tidur tetap sejuk dan nyaman, yaitu sekitar 20-22 derajat celcius.

Jika suhu kamarnya panas, Mama dapat menyesuaikan suhu menggunakan penyejuk udara atau kipas angin. Namun usahakan untuk tidak mengarahkan AC atau kipas angin langsung ke tubuh Si Kecil agar ia tidak merasa kedinginan.

8. Apa yang harus mama perhatikan?

todaysparent.com

Kebanyakan demam memang tidak perlu dikhawatirkan dan dapat diatasi dengan beberapa cara di atas, Namun meski begitu, ada beberapa hal yang menjadi pertanda jika si Kecil membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Kondisi-kondisi tersebut meliputi:

  • Demam tak kunjung membaik dan berlangsung lebih dari 5 hari
  • Demam yang disertai gejala muntah dan diare
  • Demam yang disertai ruam merah
  • Demam yang menyebabkan dehidrasi, ditandai dengan mulut kering, dan menangis tanpa air mata
  • Demam yang disertai kejang, penurunan kesadaran
  • Demam yang membuat bayi sangat lemas

Jika anak balita mama mengalami beberapa kondisi tersebut, segeralah bawa dan periksakan pada dokter, Agar Mama mengetahui penyebab kondisi panas yang terjadi pada si Kecil. Berikut tadi adalah 7 cara menurunkan panas pada balita. Semoga bermanfaat.

Kenapa setelah bangun tidur suhu badan panas?

Hal ini dikarenakan fase REM ( Rapid Eye Movement) yang membuat otak juga harus beristirahat, termasuk mengatur suhu tubuh. Ketika tidur menggunakan selimut atau pakaian yang tidak menyerap keringat, maka tubuh akan terasa panas dan bahkan berkeringat.

Apakah suhu tubuh naik saat tidur?

Apa yang terjadi saat kita tidur adalah suhu tubuh turun. Tepat sebelum Anda tertidur, suhu tubuh inti Anda mulai menurun. Penurunan suhu tubuh ini memerintahkan otak untuk melepaskan melatonin, yakni hormon yang memengaruhi ritme sirkadian.

Apa penyebab anak tiba tiba panas?

Penyebab umum demam pada anak adalah karena adanya infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan atas (ISPA), seperti radang tenggorokan, sinusitis, pilek atau common cold, laryngitis, pneumonia, atau infeksi bakteri di saluran air kemih yang banyak dialami oleh anak laki-laki.